Cinta yang Terhalang oleh Takdir. Episode 18: Keputusan Akhir
Sinta duduk di bangku kayu di tengah taman yang penuh kenangan. Angin sore berembus pelan, menggoyangkan dedaunan di pepohonan yang rindang. Tempat ini, yang dulu penuh dengan impian dan harapan, kini menjadi saksi bisu dari keputusan yang akan mengubah hidupnya selamanya.
Jantungnya berdegup cepat. Dalam hitungan menit, salah satu dari dua pria yang begitu ia cintai akan datang. Ia telah memikirkan semuanya semalaman, menimbang-nimbang segala kemungkinan. Ia tahu, tak peduli siapa yang ia pilih, seseorang akan terluka. Tapi ia juga sadar, mempertahankan keadaan ini hanya akan membuat semuanya semakin menyakitkan.
Dari kejauhan, langkah kaki mulai terdengar mendekat. Sinta mengangkat kepalanya dan melihat pria itu berjalan ke arahnya. Wajahnya penuh harap, tapi juga menyimpan ketakutan.
"Terima kasih sudah datang," ujar Sinta pelan.
Pria itu mengangguk dan duduk di sampingnya. Hening sejenak. Hanya suara angin dan kicauan burung yang menemani mereka.
"Aku sudah memikirkan semuanya," lanjut Sinta, suaranya sedikit bergetar. "Dan aku ingin jujur, bukan hanya pada kalian, tapi juga pada diriku sendiri."
Pria itu menatapnya dalam, menunggu dengan cemas.
"Aku..." Sinta menarik napas dalam-dalam sebelum akhirnya mengucapkan kata-kata yang akan menentukan segalanya.
Komentar
Posting Komentar